Berkas Dilimpahkan, 3 Penyuap Hakim Tipikor Bengkulu Bakal “Diseret” ke Meja Hijau : Okezone News TV NEWS

Berita hari ini tentang Berkas Dilimpahkan, 3 Penyuap Hakim Tipikor Bengkulu Bakal “Diseret” ke Meja Hijau : Okezone News.



JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan tiga tersangka kasus dugaan suap pemulusan peringanan perkara korupsi kegiatan rutin pada Dinas Pendapatan Keuangan, Kekayaan dan Aset ‎Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu, tahun 2013, dengan terdakwa Wilson.

Tiga tersangka yang berkasnya pada hari ini dilimpahkan ke tahap penuntutan tersebut yakni, ‎Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Bengkulu, Dewi Suryana; Panitera Pengganti Tipikor PN Bengkulu, Hendra Kurniawan; dan pihak pemberi suap dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Syuhadatul Islamy.

“Ketiga tersangka dan berkas perkara dilimpahkan dari penyidik ke penuntut umum untuk selanjutnya diproses hingga ke persidangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/11/2017).

Setelah berkas penyidikan tersebut dilimpahkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mempunyai waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan sebelum nantinya digelar persidangan perdana di Tipikor pada Pengadilan Negeri Bengkulu dalam waktu dekat.

Untuk memudahkan jalannya proses persidangan, KPK menerbangkan ketiga tersangka tersebut ke Bengkulu, pada hari ini. Ketiga tersangka tersebut pun dititipkan KPK di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bentiring Bengkulu dan Lapas Klas IIA Bengkulu, Malabero.

“Sementara waktu, dititipkan di Lapas Bentiring Bengkulu untuk tersangka wanita SI (Syuhadatul Islamy) dan SUR (Dewi Suryana). Sedangkan HK (Hendra Kurniawan) di Lapas Klas IIA Bengkulu, Malabero,” tandas Febri.

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan pemulusan perkara yang sedang diproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu.

Adapun tiga tersangka tersebut yakni, Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana; Panitera Pengganti Pengadilan Tipikor Bengkulu, Hendra Kurniawan‎; dan PNS, Syuhadatul Islamy. Ketiganya diduga telah melakukan kesepakatan jahat untuk mengurus sebuah perkara.

Dalam hal ini, terdapat sebuah kesepakatan antara Hakim ‎Suryana, Panitera Pengganti Hendra Kurniawan, dan seorang PNS, Syuhadatul Islamy untuk memuluskan perkara korupsi kegiatan rutin pada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu, tahun 2013, dengan terdakwa Wilson.

Syuhadatul Islamy merupakan salah satu keluarga Wilson yang mencoba mendekati Hakim Dewi Suryana lewat Panitera Pengganti Hendra Kurniawan dengan tujuan mendapatkan putusan ringan untuk terdakwa Wilson. Adapun uang yang disepakati untuk memuluskan perkara tersebut sebesar Rp125 Juta.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima Ewi Suryana dan Hendra Kurniawan ‎disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak pemberi, Syuhadatul Islamy disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Cerita aneh menurut link informasi tentang informasi Berkas Dilimpahkan, 3 Penyuap Hakim Tipikor Bengkulu Bakal “Diseret” ke Meja Hijau : Okezone News.