Said Iqbal: Digitalisasi timbulkan PHK serta tingkatkan pengangguran & kemiskinan BERITA DUNIA

Berita terkini hari ini menginformasikan bahwa Said Iqbal: Digitalisasi timbulkan PHK serta tingkatkan pengangguran & kemiskinan.

Merdeka.com – Robot dinilai memiliki kemampuan mengambil alih sedikitnya sepertiga dari dua ribu pekerjaan yang hingga sekarang masih digarap manusia. Begitu hasil riset Nikkei dan Financial Times.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal mengatakan, robotisasi atau digitalisasi menimbulkan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap tenaga kerja manusia.

“Robotisasi akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja dalam satu perusahaan sehingga terjadi PHK besar-besaran dan meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Said kepada Merdeka.com, Jumat (3/11).

Dalam skala kecil, lanjutnya, dampak robotisasi menggeser eksistensi tenaga kerja manusia terlihat dalam kasus otomatisasi gerbang tol. Kebijakan tersebut otomatis menghilangkan petugas penjaga pintu tol.

“PHK dalam otomatisasi pintu tol, ini juga contoh robotisasi,” ujarnya.

Said menjelaskan, kemajuan teknologi seperti robotisasi memang tidak bisa dicegah, terlebih para pengusaha tentunya akan lebih memilih langkah yang lebih efisien. Akan tetapi, selain keuntungan, robotisasi tentunya akan menimbulkan beberapa kerugian terutama untuk para pekerja.

“Yang harus kita pikirkan adalah efek negatif-nya yaitu ancaman PHK dan pengangguran, apalagi angka pengangguran di negara berkembang masih tinggi termasuk di Indonesia.”

Namun demikian, Said menjelaskan bukan berarti robotisasi tidak bisa dijalankan di Indonesia. Namun aturan mainnya harus dibuat sedemikian rupa agar tidak merugikan salah satu pihak. “Jangan sampai robotisasi hanya akan menguntungkan negara maju saja tapi menghancurkan perekonomian negara berkembang.”

Said meminta pemerintah untuk fokus dulu mengurangi angka pengangguran di Indonesia sebelum melegalkan robotisasi. “Kendalikan robotisasi sampai angka pengangguran kita kecil dulu, bikin peraturan yang mengatur terhindar nya PHK bila robotisasi. Pemerintah fokus saja dulu dengan mengejar pertumbuhan ekonomi yangg berkualitas dan menurunkan angka gini ratio , ketimbang implementasi robotisasi future work.”

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan, Harijanto mengatakan otomatisasi dan robotisasi di sektor industri bisa mengancam eksistensi tenaga kerja manusia. Saat ini, sudah banyak industri yang melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja di perusahaannya.

“Ancaman otomatisasi, robotisasi sudah sedemikian banyak. Sekarang industri-industri diam-diam sudah menetapkan pengurangan-pengurangan ini,” kata Harijanto, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (31/10).

Agar tenaga kerja manusia bisa terus eksis di tengah digitalisasi ekonomi saat ini, Harijanto memandang perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan vokasi. Jika kualitas bagus, otomatis karyawan akan terhindar dari pemutusan hubungan kerja (PHK) karena tersisih oleh para robot.

Keadaan tersebut, lanjutnya, bisa dilihat saat ini di tengah kondisi bergesernya gaya beli masyarakat, banyak perusahaan ritel yang terpaksa harus menutup usahanya. Hal itu membuat banyak karyawan harus kehilangan mata pencahariannya.

“Sektor ritel sudah pasti kan karena tergerus online, tergerus masalah-masalah lain. Juga padat karya. Padat karya pasti juga akan menuju otomatisasi,” tegasnya. [idr]

Berita terbaru ini dikutip dari media Indonesia tentang informasi Said Iqbal: Digitalisasi timbulkan PHK serta tingkatkan pengangguran & kemiskinan.